Survei Terestris

102_2725Sistem pengukuran terestris (dengan alat total station atau GPS), umumnya bertujuan untuk memperoleh peta topografi skala besar (misal skala 1:1000).
Sistem pengukuran ini, umumnya bekerja secara terpadu, mulai dari perekaman data ukur lapangan, baik berupa data poligon maupun data situasi, hitungan perataan atau coordinate adjusment, hitungan reduksi koordinat ke sistem proyeksi yang dipakai, sampai dengan proses penggambaran petanya. Segmen penggunanya sangat luas, antara lain BPN untuk titik kontrol orde-4 dan pengukuran kadastral, perusahaan tambang untuk keperluan eksplorasi maupun pengukuran berkala kemajuan atau progress volum pemindahan tanah atau batubara secara akurat dan tepat waktu. Di samping itu, pekerjaan konstruksi berupa monitor dan stake-out, akan sangat bergantung pada sistem pengukuran terestris ini.
PT ARPINDO SEJAHTERA, sebagai perusahaan yang salah satu divisinya begerak di bidang survei terestris dengan didukung oleh peralatan dan personil (sumberdaya manusia) yang profesional dan berpengalaman, mampu untuk menyediakan jasa survei terestris inisesuai dengan kebutuhan klien.

Survei GPS
Pada dasar-nya, fungsi dan kegunaan dari survei penentuan posisi (GPS) adalah untuk pembangunan suatu jaringan titik baru, sebagai jaringan titik-titik kontrol, baik untuk keperluan pemetaan topografi, pemetaan kadaster, pekerjaan-pekerjaan rekayasa, dan pemetaan fotogrametri. Survei GPS juga dapat digunakan sebagai alat untuk keperluan pemantauan deformasi (bendungan, gunung berapi, dll) maupun untuk keperluan studi geodinamika.
Saat ini, telah berkembang pesat penggunaan penggunaan GPS / GNSS CORS (Continuously Operating Reference Station). PT ARPINDO SEJAHTERA telah ikut pula berperan dalam menyusun Petunjuk Teknis BPN-RI yang dikenal dengan JARINGAN REFERENSI SATELIT PERTANAHAN (JRSP).

Survei Topografi dan Kadastral
Survai topografi bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai bentuk dan tinggi rendahnya relief muka bumi, termasuk di dalamnya data situasi dari semua unsur yang ada di atasnya, seperti alur, sungai, tegalan, sawah, kampung, kuburan, bangunan prasarana umum, dan lainnya.
Survai topografi pada daerah relatif kecil, seperti pada lokasi proyek atau pemetaan situasi lapangan, dapat dilakukan dengan cara tachimetri. Pada sistem tachimetri, pengambilan data dari setiap obyek yang dipilih akan berupa data posisi dalam koordinat polar (sudut dan jarak). Kemudian untuk keperluan penggambaran Peta Topografi, data dalam sistem polar ini dikonversi menjadi data posisi dalam koordinat kartesian (X, Y, Z).
Peta topografi yang merupakan hasil akhir dari Survai Topografi, akan digunakan sebagai data dasar/ awal bagi pekerjaan perencanaan.

Survei Konstruksi
Survei Konstruksi merupakan suatu kegiatan yang hasil akhirnya berupa bangunan/konstruksi yang menyatu dengan lahan tempat kedudukannya, baik digunakan sebagai tempat tinggal atau sarana kegiatan lainnya. Hasil kegiatan antara lain : gedung, jalan, jembatan, rel dan jembatan kereta api, terowongan, bangunan air dan drainase, bangunan sanitasi, landasan pesawat terbang, dermaga, bangunan pembangkit listrik, transmisi, distribusi dan bangunan jaringan komunikasi. Kegiatan konstruksi meliputi perencanaan, persiapan, pembuatan, pembongkaran dan perbaikan bangunan.